Inovasi Pembelajaran di Bengkulu Selatan: Guru Makrifatul Ilmi Dalami Perangkat Kurikulum Berbasis Cinta
WORKSHOP Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Pengembangan Dokumen 1 KOSP Diselenggarakan di AULA PPMI Pemateri : Bapak Marusdi, S.Pd. MM

Inovasi Pembelajaran di Bengkulu Selatan: Guru Makrifatul Ilmi Dalami Perangkat Kurikulum Berbasis Cinta

KOTA MANNA – Mengawali semester genap dengan semangat baru, MTs dan MA Makrifatul Ilmi menggelar agenda pengembangan diri bagi tenaga pendidik melalui Workshop “Kurikulum Berbasis Cinta”. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (7/1/2026) ini bertempat di Aula Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi, Bengkulu Selatan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kasi Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Selatan, Bapak Ahmad Syukri, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif lembaga yang terus berinovasi dalam metode pembelajaran.

“Kami berharap MTs dan MA Makrifatul Ilmi dapat segera mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta ini secara efektif, sehingga mampu menghadirkan pengalaman belajar terbaik dan lebih bermakna bagi para peserta didik,” ujar Ahmad Syukri.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi turut memberikan motivasi kepada para guru. Beliau menekankan pentingnya peran hati dalam mendidik, sembari berpesan agar seluruh peserta menyerap ilmu sebanyak mungkin demi kemajuan pesantren.

Bedah Strategi Pembelajaran Bersama Ahlinya Memasuki sesi inti, para guru diajak mendalami penyusunan perangkat pembelajaran bersama narasumber ahli, Bapak Marusdi, S.Pd, MM. Selain sebagai pemateri, beliau juga merupakan Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam workshop yang berlangsung selama dua jam tersebut, suasana tampak hidup dan interaktif. Banyak guru melontarkan pertanyaan mendalam terkait penerapan nilai-nilai kasih sayang dalam administrasi maupun praktik mengajar di kelas.

“Workshop ini sangat mencerahkan. Kami jadi memahami bahwa kurikulum bukan sekadar angka dan target, tapi bagaimana membangun hubungan emosional yang baik dengan siswa agar ilmu lebih mudah diterima,” ungkap salah satu peserta.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi MTs dan MA Makrifatul Ilmi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, hangat, dan unggul secara akademik di tahun ajaran 2026 ini.

(Kaka’)


 

 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *