Kota Manna, Bengkulu Selatan, 15 Agustus 2026 – Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan menggelar Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta pada 13–14 Agustus 2026 bertempat di Aula Pondok Pesantren Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik di bawah naungan Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan, mulai dari RA Makrifatul Ilmi, MI Makrifatul Ilmi, MTs Makrifatul Ilmi, hingga MA Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan.
Workshop ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, khususnya dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pembelajaran yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, karakter, dan kasih sayang sebagai fondasi utama pendidikan.
Kegiatan menghadirkan Dr. Rupi’ah, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Pengawas Madrasah Provinsi Bengkulu, sebagai narasumber utama. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan yang terdiri atas penyampaian materi konseptual pada hari pertama dan praktik penyusunan modul pembelajaran pada hari kedua.
Pada sesi pertama, Dr. Rupi’ah menjelaskan filosofi, latar belakang, serta arah kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta yang saat ini mulai diimplementasikan di lingkungan madrasah. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, serta penumbuhan budaya kasih sayang dalam lingkungan belajar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai konsep Pancacinta, yaitu nilai-nilai cinta yang menjadi landasan dalam membangun hubungan harmonis antara peserta didik, guru, keluarga, masyarakat, lingkungan, dan Tuhan Yang Maha Esa. Melalui pendekatan tersebut, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial dan spiritual yang kuat.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan interaktif. Para guru dari berbagai jenjang pendidikan terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta bertukar gagasan mengenai strategi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan masing-masing. Kolaborasi lintas jenjang ini menjadi salah satu kekuatan workshop karena memberikan ruang bagi para pendidik untuk saling belajar dan memperkaya perspektif dalam mengembangkan pembelajaran yang bermakna.
Memasuki hari kedua, workshop dilanjutkan dengan praktik penyusunan modul pembelajaran. Para peserta secara langsung merancang perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, metode, serta asesmen yang akan diterapkan di kelas.
Kegiatan praktik tersebut menjadi langkah konkret dalam menerjemahkan konsep-konsep yang telah dipelajari ke dalam perangkat pembelajaran yang siap digunakan. Dengan demikian, workshop tidak hanya memberikan penguatan secara teoritis, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa modul pembelajaran yang dapat diimplementasikan oleh guru pada masing-masing jenjang pendidikan.
Wakil Sekretaris Yayasan Makrifatul Ilmi yang juga selaku Kepala MTs Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan, Dr. Ahmad Hifdzil Haq, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop ini menjadi momentum penting bagi seluruh guru untuk memperkuat kapasitas profesional sekaligus menyamakan persepsi dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta kepada Ibu Dr. Rofi’ah, S.Ag., M.Pd.I. yang telah memberikan materi dan pendampingan yang sangat luar biasa. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi para guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berkarakter,” ujarnya.
Ia berharap seluruh guru yang berada di bawah naungan Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan dapat segera beradaptasi dengan paradigma pembelajaran yang dikembangkan dalam Kurikulum Berbasis Cinta dan menerapkannya secara nyata dalam proses pendidikan.
“Semoga melalui workshop ini seluruh guru, mulai dari jenjang RA, MI, MTs hingga MA Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan dapat segera memahami, beradaptasi, dan mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran. Kami berharap nilai-nilai cinta, kepedulian, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama benar-benar menjadi budaya di lingkungan pendidikan Makrifatul Ilmi sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme guru di seluruh unit pendidikan yang berada di bawah naungannya. Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis, aman, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Workshop selama dua hari tersebut juga menjadi sarana mempererat sinergi dan kolaborasi antarpendidik di lingkungan Yayasan Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berkembang, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan nilai kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap sesama.
(Kaka’/Vin)

